Tips Berbicara untuk Menenangkan Anak yang Sedang Kesal

16 October 2017

Anak yang sedang kesal biasanya susah diajak berbicara. Bukannya mendengarkan perkataan Anda, mereka justru menjerit-jerit atau melakukan tindakan agresif lainnya seperti memukul, menendang atau melempar. Agar reaksi ini segera berhenti, gunakan teknik-teknik berikut ini.

Tips Menenangkan Anak yang Sedang Kesal

  1. Turunkan tubuh Anda setinggi anak. Anda bisa duduk atau berlutut sehingga kepala Anda sejajar dengan kepala anak.
  2. Tatap mata anak. Jika perlu, palingkan kepala anak dengan tangan Anda -dengan lembut- supaya dia menatap Anda langsung. Dengan saling bertatapan, anak menjadi lebih berkonsentrasi pada pembicaraan dan juga menangkap komunikasi non verbal.
  3. Ubah nada suara. Berkatalah dengan suara yang tegas tetapi lembut.Suara serius adalah suara yang jelas dan tidak tinggi. Tidak mengancam, tetapi memberi tahu dengan tegas.
  4. Beri kata-kata kepada anak untuk membantu percakapan mengalir. Misalnya, “Jadi maksudmu kamu kesal karena … .” Kata-kata semacam ini berfungsi sebagai umpan untuk membantu anak mengungkapkan perasaan kesalnya.
  5. Jangan menyela. Biarkan anak mengatakan apa yang ada di benaknya. Katakan kalau Anda mengerti. Ketika anak sudah selesai mengungkapkan perasaannya, ia akan berhenti dan biasanya bersedia mendengarkan Anda bicara.
  6. Ulangi apa yang dikatakan si anak. Selain menunjukkan pada anak bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan, Anda juga punya waktu untuk mengatur ulang pikiran Anda.
  7. Jika si anak sangat marah, usap punggung atau perutnya.Usapan ini bisa membantu anak menjadi lebih tenang, bahwa kemarahan/kekesalannya diterima dan didengarkan.
  8. Tetap tenang. Nah ini dia tantangan utamanya! Tetaplah tenang, atau nantinya akan ada dua pihak yang sama-sama kesal, yaitu si anak, dan Anda sendiri.

Pada intinya, dasar dari 8 strategi menenangkan anak di atas berangkat dari upaya untuk membuat anak merasa aman. Ketika anak merasa aman, mereka bisa berbicara dengan bebas dan jujur. Dan ketika pada akhirnya mereka bisa mengungkapkan perasaannya (dan didengarkan/dimengerti), kekesalan akan mereda dengan sendirinya.

Teknik ini bisa dipraktekkan pada para keponakan atau anak-anak didik Anda, jadi tidak terbatas pada hubungan anak dan orang tua saja.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *