Memahahami Penyebab Rasa Malu, Agar Anda Bisa Mengendalikannya

17 October 2017

Pengertian dan Penyebab Rasa Malu • Malu tak lain adalah perasaan yang muncul ketika seseorang mengevaluasi tindakan, perasaan, atau perilakunya dan menyimpulkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang keliru, kurang benar, atau tidak sesuai *. Walau pada tingkatan tertentu merasa malu merupakan sesuatu yang wajar, namun ada kalanya malu menyebabkan orang merasa takut atau segan untuk terbuka kepada orang lain.

sumber penyebab rasa malu menurut pengertian psikologi

3 Hal Penyebab Rasa Malu

Dari mana rasa itu datang, mungkin Anda mengenali beberapa poin penyebab rasa malu berikut:

  1. Merasa telah melakukan sesuatu kekonyolan atau kebodohan, apalagi di depan orang yang penting buat Anda. Seperti: tak sengaja menumpahkan kopi di baju bos Anda.
  2. Melakukan sesuatu yang dinilai tidak sesuai dengan norma sekitar. Misalnya kentut bersuara dan bau di saat rapat penting.
  3. Gagal menyesuaikan tindakan dengan standar yang Anda tetapkan sendiri. Sebagai contoh, Anda ingin menampilkan kesan sebagai orang yang lucu, tetapi setiap kali Anda melemparkan lelucon tak ada seorang pun yang tertawa. Contoh lain lagi, Anda ingin menampilkan kesan sebagai orang yang profesional, tetapi masih sering terlambat sampai, bahkan untuk bertemu orang yang sangat penting sekalipun.

Penyebab mudahnya rasa malu muncul pada seseorang sebenarnya diperoleh melalui proses belajar. Biasanya berawal dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan seperti diejek teman, atau dikritik orang lain. Untuk menghindari pengalaman yang tidak mengenakkan itu, kemudian orang tersebut cenderung melihat dirinya dengan sangat teliti, ‘Apakah aku sudah berkata dengan benar?’, ‘Apakah cara berpakaianku tidak aneh?’, dan semacamnya.

Merasa malu adalah sesuatu yang manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, bukan? Masalahnya adalah, kalau Anda terlalu mudah merasa malu kemudian ini menghambat pergaulan sosial Anda. Seorang pemalu biasanya tampak canggung dan kadang… konyol. Lalu, bagaimana cara mengatasi malu sebelum ini menjadi hal yang mengganggu? Silakan baca “Tips Atasi Rasa Malu” dari InfoPsikologi.com. Share informasi ini apabila menurut Anda bermanfaat dan teman-teman perlu tahu :).

Bacaan:

* Lewis (1993) dalam Strongman, 2003. The Psychology of Emotion.

** Lailaningtyas & Theodorus. 2008. Bebaskan Ekspresimu: Cara Cerdas Mengelola Emosi bagi Remaja. Yogyakarta: Penerbit Andi.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *