Apa yang Mesti Kamu Lakukan Jika Di-Bully

12 October 2017

Kamu tidak boleh diam saja jika di bully, diancam, diintimidasi seperti itu. Memang, tidak mudah melawannya sendiri, bahkan meskipun kamu mendapat dukungan dari teman-teman kamu. Oleh karenanya, kadang satu-satunya cara untuk menghentikan siklus bullying adalah dengan melaporkannya pada orang dewasa atau pihak yang berwenang. Bullying bisa jadi akan terus terjadi jika kamu tidak melakukan hal ini.

Laporkan Aksi Bullying

Jika di bully, katakan pada guru yang kamu percayai di sekolah. Tak peduli dimana bullying ini terjadi: di sekolah, di luar sekolah, atau di internet, para guru pasti ingin menghentikan bullying jika mereka mengetahuinya.

Ceritakan pada ayah, ibu, paman, saudara atau teman yang kamu yakin mau mendengarmu dan bisa memahamimu. Mintalah mereka untuk membantumu mengatasi masalah ini.

Melaporkan pelaku bullying tidak membuatmu jadi loser atau pengecut atau pihak yang lemah. Bullying adalah masalah serius. Dengan melapor, kamu mungkin justru menyelamatkan anak/remaja lain yang akan jadi target atau sasaran bullying selanjutnya.

tips tindakan jika anak kita dibully
Jika di bully…

Catat Bukti Bullying dan Kronologi

Jika di bully di internet (media sosial seperti facebook, twitter, path, dll), telepon atau sms, simpan serangan-serangan itu dalam bentuk foto, tulisan, suara, atau file digital (misal print screen atau screen shoot). Jangan lupa catat tanggal dan waktunya. Tunjukkan pada guru, orang tua, atau pihak yang berwajib (polisi).


Selain melapor
, kamu bisa juga mencoba beberapa tips dari InfoPsikologi.com berikut ini:

  • Katakan pada pelaku bullying, “Hentikan. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini!”
  • Katakan dengan suara yang kuat dan percaya diri. Jika kamu sama sekali tidak merasa kuat dan percaya diri, BERPURA-PURALAH!
  • Bicaralah dengan pelaku bullying (jika menurut kamu ini aman dilakukan). Tanyakan apakah ada masalah yang bisa kalian selesaikan bersama. Jika kamu takut bertatap muka empat mata saja, ajaklah teman.
  • Jika mungkin, acuhkan orang yang mem-bully-mu. Ketika diabaikan, biasanya mereka tidak tertarik lagi mem-bully. Namun apabila ini tidak berhasil, ceritakan pada seseorang dan mintalah bantuannya.
  • Jangan melakukan perlawanan balik dengan kekerasan. Ini sering kali tidak berhasil, dan kamu justru akan terjebak masalah lain. Si pem-bully akan menemukan cara lain lagi, termasuk (mungkin) melakukan cyber bullying. Tidak jarang, teman-temannya pun akan ikut turun tangan. Bukannya berhenti, tapi siklus bullying justru akan terjadi terus, dan jumlah pelakunya bertambah.
  • Nikmati kebersamaan bersama orang-orang yang membantu kamu nyaman dan merasa positif dengan dirimu sendiri. Kamu membutuhkan dukungan mereka. Seorang teman tidak akan mem-bully. Teman, peduli padamu dan senang bersama kamu. 🙂

Please share artikel ini jika menurut kamu berguna bagi kamu atau teman-teman kamu. Jangan lupa cantumkan sumbernya.
Be strong, be yourself!

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *